Rindu Untuk Menulis Kembali …
Menulis …
Seharusnya bukan lagi menjadi bagian tersulit untukku. Sedari SMP, menulis kumulai dari mencatat perjalanan harianku lewat buku diary. Ketika itu kelas 2 SMP, aku mendapatkan hadiah berupa buku diary dari sahabatku. Aku hanya bisa memandangi buku dengan design sederhana yang menarik perhatian. Antara sayang untuk kucoretkan berbaris baris kalimat atau diary ini hanya akan terlupakan begitu saja, bila tak kupakai.
Di lembar pertama, kuperkenalkan diriku, tentunya hanya kepada aku. Karena sampai saat ini, tak satupun dari keluargaku yang mengetahui kehadiran diary itu. Tapi itulah awal aku memulai untuk menullis, menulis dan terus ketagihan menulis.
Ditahap berikutnya aku mulai menulis puisi, hanya ketika hatiku berkecamuk, penuh gelisah, amarah., kecewa yang tak bisa kutuangkan. Ketika hanya dengan menulis, kata-kata itu mewalkilan seluruh perasaanku. Aku bisa menulis hingga panjang, tak berpola dan sebegitu lancarnya. Sampai aku marasa ini sebagai gift yang tak pernah kudapatkan sebelumnya.
Waktu berlalu, dan buku diaryku semakin bertumpuk. Ia lah teman terbaikku tempat dimana aku begitu mempercayai seluruh hidupku, teman berkeluhkesah dan teman berbagi apapun yang kurasakan. Ya … aku memang tidak akan menemukan respon sebaliknya, tapi hanya dengan menuangkan apa yang kurasakan, semuanya terasa dijawab. cerita itu mengalir sendiri, dan aku menemukan setiap pertanyaan yang kutuliskan disana.
Terakhir aku menulis, adalah …
Blog Lamaku .. di tahun 2011.
Dalam blogspot yang banyak menceritakan kehidupanku, akhirnya aku mulai fokus melahirkan dan membesarkan buah hatiku, hingga 14 tahun kemudian … aku rindu.
Rindu untuk menulis kembali …
Comments
Post a Comment